Berita aktual

Senin, 19 Juli 2021

TEHNIK NYEMBELEH HEWAN QURBAN SENDIRIAN

Tata Cara Kurban Sesuai Syariat Al Quran dan Hadits





Salah satu tata cara kurban yang perlu diperhatikan adalah saat proses penyembelihan kurban. Dalam proses penyembelihan hewan kurban, seorang pekurban diusahakan untuk mengikuti proses penyembelihan kurban yaitu dengan menyembelih kurbannya sendiri. Namun, jika memang tidak bisa dilakukan pekurban bisa hanya melihat proses penyembelihan tersebut.

ﻋﻦ ﺷﺪاﺩ ﺑﻦ ﺃﻭﺱ، ﻗﺎﻝ: ﺛﻨﺘﺎﻥ ﺣﻔﻈﺘﻬﻤﺎ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ: «ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻛﺘﺐ اﻹﺣﺴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲء، ﻓﺈﺫا ﻗﺘﻠﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﻘﺘﻠﺔ، ﻭﺇﺫا ﺫﺑﺤﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﺬﺑﺢ، ﻭﻟﻴﺤﺪ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺷﻔﺮﺗﻪ، ﻓﻠﻴﺮﺡ ﺫﺑﻴﺤﺘﻪ»

Artinya:

Syaddad bin Aus berkata: “Dua hal yang saya hafal dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam semua hal. Jika kalian membunuh maka lakukan dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka lakukan dengan cara yang baik; tajamkan pisaunya dan tenangkan hewan sembelihannya.”

(HR Muslim)

Berikut rincian proses penyembelihan hewan kurban yang diambil dari riwayat-riwayat hadist dan keterangan para ulama,

    1. Pekurban dan penyembelih dalam keadaan suci,
    2. Tempat pemotongan hewan kurban relative bersih dari kotoran,
    3. Bersikap lembut terhadap hewan kurban, tidak berlaku seperti menarik hewan tersebut secara kasar, terlebih sambil dipukul.
    4. Memberikannya minum untuk hewan kurban sebelum disembelih untuk menearapkan al-Ihsan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait sembelihan,
    5. Menghadapkan hewan kurban yang disembelih ke arah kiblat.
    6. Ketika menyembelih, penyembelih membaca shalawat:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ,

Artinya:

“Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

Bacaan Doa Setelah Menyembelih

Kemudian setelah menyembelih, membaca doa:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ …..

Artinya:

“Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, qurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah qurban …”

(Sumber: Kifayah Al-Akhyar)

    1. Disunnahkan untuk tidak memotong kuku maupun rambut bila telah masuk tanggal 1 Dzuhidjah hingga hewan kurbannya telah disembelih seperti Dari Ummu Salamah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئ

Artinya:

“Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berqurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut kepala dan rambut badannya (diartikan oleh sebagian ulama: kuku) sedikit pun juga.”

(HR. Muslim: 1977)

    1. Menyembelih sendiri hewan kurban bagi yang mampu melakukannya,
    2. Mempertajam pisau yang digunakan untuk menyembelih,
    3. Mempercepat penyembelihan sehingga hewan kurban tidak lama menahan sakit,
    4. Membaca takbir saat proses penyembelihan,
    5. Penyembelihan dilakukan di hadapan warga agar banyak yang mendoakan dan menyaksikan syi’ar ini,
    6. Disunahkan juga bagi pekurban mengambil bagian hewan yang dikurbankannya meskipun sedikit selama kurban tersebut bukan karena nazar atau ta’yin.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GELAR DOA BERSAMA UNTUK KANJURUHAN